C-Hub Fisipol UGM Tiga Tahun Ini

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Perkembangan sosial politik di dunia selama satu dekade terakhir ini menunjukan bahwa kontribusi para sociopreneur dalam mengatasi masalah sosial semakin tak terbantahkan. Sebagai akademisi di bidang sosial dan politik, kami menempatkan social enterpreneurship atau kewirausahaan sosial sebagai new social activism di era Revolusi Industri 4.0. Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, berbagai inovasi sosial dikembangkan dengan pendekatan bisnis yang lebih menjanjikan keberlanjutan.

Berdiri sejak awal 2018, Creative Hub FISIPOL UGM atau yang biasa disebut dengan C-Hub adalah sebuah ekosistem belajar yang mempertemukan berbagai disiplin untuk mengelaborasi dan mempertajam gagasan-gagasan kreatif yang dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Dengan pendekatan transdisipliner, C-Hub hadir sebagai ruang dialog para generasi muda untuk menciptakan peluang dari tantangan dan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat saat ini. Peluang tersebut dikembangkan dengan spirit kewirausahaan sosial (sociopreneuship) yang telah teruji memberikan dampak sosial sekaligus ekonomi.

Dari sisi pendidikan tinggi, C-Hub berusaha menghadapi dua tantangan yang ada di depan mata perguruan-perguruan tinggi sekarang ini. Pertama, ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini, baik dalam segi kuantitas maupun kualitas. Ijazah dan indeks prestasi akademik yang berguna sebagai pembuktian kompetensi seorang sarjana, saat ini bagi beberapa perusahaan hanya bersifat sebagai pelengkap saja. Mereka lebih mengutamakan kemampuan riil yang bersifat portofolio keterlibatan peran dalam sebuah pekerjaan dibandingkan dengan bukti ijazah konvensional. Dampaknya adalah tingginya angka pengangguran terdidik dan banyaknya lulusan yang tidak dapat mengaplikasikan ilmunya dalam dunia kerja (mismatch).

Kedua, produksi pengetahuan yang selama ini dilakukan oleh Perguruan Tinggi belum mampu menjawab tantangan riil yang ada di masyarakat. Pengukuran standar kualitas mutu perguruan tinggi seperti tertera dalam berbagai label (seperti World Class University, Research University, dll) yang selama ini berpaku pada standar akademik yang cenderung kuantitatif (seperti jumlah publikasi, sitasi, dll) belum terbukti berkorelasi positif dengan kemampuannya meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Selama tiga tahun berkarya (2018-2021), C-Hub mempunyai program andalan yaitu program inkubasi bisnis sosial yang diberi nama Talent Pitching. Program tersebut berbeda dengan program inkubasi bisnis lainnya karena dua hal. Pertama karena program ini menjadi bagian tidak terpisahkan dari proses belajar yang bersifat akademis. Posisinya yang berada di bawah perguruan tinggi, kurikulum C-Hub bertumpu pada metode ilmiah yang mendorong pikiran kritis dan analitis. Disamping itu, sebagai inisiasi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, inkubator C-Hub telah mempunyai direktori permasalahan sosial yang kaya dengan pendekatan yang beragam. Kedua karena program ini berfokus pada bisnis/kewirausahaan sosial. Artinya program Talent Pitching tidak hanya mencari para wirausahawan muda yang ingin membangun bisnis yang menguntungkan, tetapi juga bisnis yang membawa dampak sosial positif bagi masyarakat.

Sejak Februari 2018, C-Hub telah menjadi inkubator bagi 42 project social enterpreneurship yang berasal dari kelompok mahasiswa maupun fresh graduates dan terbagi menjadi 5 batch. Berbagai inovasi dikembangkan untuk berkontribusi dalam menyelesaikan masalah sosial, mulai dari kemiskinan, pertanian, inklusivitas sosial politik, keamanan, lingkungan, hingga isu energi terbarukan. Melalui pendampingan selama satu semester, program ini ingin melahirkan inovasi sosial yang berkelanjutan. Para talent difasilitasi melalui mentoring dengan mentor utama Agni Pratama dan mentor-mentor lain seperti Muhammad Hafidullah (RWE), Dimas Nurcahyo (Macmuro Studio), Fano Alfian (CEO Ailesh Power), Ghilman Nafadza Hakim (CEO Bantu), dan Novia Nurist Naini (CEO DNVB Indonesia). Ditambah juga berbagai kegiatan lainnya untuk memahami serta menganalisis masalah sosial, mengembangkan solusi permasalahan sosial, dan menerapkan solusi per masalahan sosial tersebut dalam aktivitas atau kegiatan kewirausahaan sosial mereka.

Selain program Talent Pitching, C-Hub FISIPOL UGM juga sering mengadakan kegiatan/event baik kegiatan internal seperti Sharing Session setiap minggunya (setelah pandemi dilaksanakan secara daring). Para talent akan diberikan kesempatan untuk berbagi di depan publik mengenai project mereka. Dengan sharing session, para talent akan mendapatkan feed back langsung dari talent lain, para mentor, dan publik yang hadir. Dengan demikian mereka dapat mengembangkan inovasinya dan semakin terampil dalam mempresentasikan gagasannya di depan publik. Sharing session juga dimanfaatkan untuk mendatangkan para start-up dan para innovator sosial yang sudah lebih dulu bergerak.

Secara berkala, ekosistem CHUB juga menggelar seminar-seminar yang mendatangkan para speaker handal di bidang social enterpreneur. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan talent sekaligus mainstreaming ide-ide social enterpreneur di kalangan mahasiswa. Seminar diadakan empat kali dalam satu tahun. 

Untuk meningkatkan kemampuan talent dan menarik minat mahasiswa di bidang social enterpeneur, berbagai event khusus seperti workshop, short course, maupun training diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan. C-Hub FISIPOL UGM sendiri telah mengadakan rangkaian workshop mengenai design thinking, design print, dan juga UIUX (User Interface User Experience). C-Hub juga menginisiasi program konseling gratis untuk para mahasiswa dan anak muda yang mempunyai gagasan atau inovasi sosial. Dengan adanya konseling ini diharapkan mereka lebih bersemangat dan merasa mendapat dukungan untuk terus bergerak menciptakan perubahan.

Pada akhir tahun, C-Hub menyelenggarakan Demoday sebagai event graduation bagi para talent yang didampingi selama 1 tahun berjalan. Demoday diisi dengan Final Pitching dari para talent di hadapan pada venture capital maupun angel investor. Selain itu, demoday diisi dengan eksebisi dari berbagai proyek sosial yang dijalankan oleh para talent dan juga berbagai komunitas yang tertarik untuk terlibat.

Lalu ada pula kegiatan kerjasama dengan berbagai pihak seperti Plug and Play, Blok 71, UNESCO, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (dulu Badan Ekonomi Kreatif), dan Kementerian Perindustrian. C-Hub FISIPOL UGM juga turut serta dalam proses produksi pengetahuan dengan puluhan artikel yang ada di websitenya yang sudah diakses lebih dari 119 ribu kali sejak pertama kali website C-Hub dirilis. Jangkauan C-Hub juga semakin luas dengan akun Instagram yang sudah diikuti oleh 2509 akun.

More to explorer

Mengenal Jenis Jenis Wirausaha di Indonesia

Sektor wirausaha merupakan salah satu perhatian pemerintah dalam melakukan upaya pembangunan jangka menengah. Hal tersebut dikarenakan adanya wirausaha yang dilakukan oleh masyarakat

Close Menu